kehancuran dunia beserta seluruh alam semesta atau yang lebih dikenal Kiamat sesungguhnya adalah fenomena yang telah diketahui akan terjadinya baik oleh orang terdahulu maupun sekarang . berita yang amat mengerikan ini begitu mengguncang seluruh manusia hingga manusia itu berusaha untuk mencari tahu kapan waktunya , hingga sains dan teknologi pun di jadikan alat agar tahu kapan terjadinya dan bagaimana caranya agar selamat dari kejadian tersebut .
bayangan manusia akan kiamat hanyalah sebatas kehancuran alam semesta saja , padahal kiamat adalah fase yang harus terjadi agar Allah membalas segala perbuatan manusia .alam semesta , bintang , bulan , matahari , bumi harus Allah hancurkan hanya sekedar untuk membalas perbuatan manusia . begitu besarnya urusan atas manusia hingga harus terjadi kiamat .
untuk lebih jauh dalam memahami kiamat marilah kita simak kajian surat An Naba (78) yang diulas dengan sederhana agar kita mengerti apa sesungguhnya kiamat itu
Islam bukanlah ritual sholat , puasa , zakat dan naik haji semata . melainkan islam adalah ideologi hidup bagi manusia dimuka bumi ini . islam adalah tatanan hidup yang dinamis , optimis dan jalan hidup untuk membebaskan manusia dari perbudakan sesama manusia kembali kepada ketaatan semata hanya kepada pemilik alam semesta ini ... Allah SWT
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Maret 2013
Selasa, 26 Februari 2013
Hakikat kebenaran sesungguhnya
Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.(8:17)
Dan tidak ada pertolongan itu kecuali dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (3:126)
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (81:29)
Sesungguhnya sebab-sebab lahiriah itu tidak ada hakikat dan wujudnya. Karena tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya dan tidak ada wujud hakiki kecuali wujud-Nya, sehingga tidak ada hakikat bagi suatu tindakan kecuali Kehendak dan Izin-Nya
Maka, untuk apa hati bergantung kepada sesuatu yang tidak ada hakikatnya!. Karena itu, al-Quran menjauhkan orang-orang beriman dari terpengaruh oleh sebab-sebab lahir dan menghubungkan semua urusan secara langsung kepada kehendak Allah.
Dengan menjauhkan semua sebab lahiriah dan mengembalikan segala urusan kepada Allah, maka akan tercurahlah ketentraman di dalam hati. Tahu arah dan tujuan satu-satunya untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan, dan menjauhkan apa yang di takuti. Juga untuk menenangkan dan memantapkan hati di dalam menghadapi dampak-dampak, pengaruh-pengaruh, dan sebab-sebab lahiriah yang sebenarnya tidak ada hakikat dan wujudnya.
Jumat, 21 Desember 2012
Senin, 26 November 2012
Masjid Allah versus bukan Masjid Allah
Umat islam di indonesia boleh berbangga hati dengan semakin banyaknya bangunan masjid dimana-mana , bahkan bangunannya terlihat elok , indah dan besar . hampir disegala pelosok penjuru perkotaan sampai kepedesaan . namun benarkah bangunan yang dibangun itu adalah masjid yang dimaksud itu adalah rumah Allah ? . kalaulah memang masjid yang dibangun itu adalah rumah Allah . benarkah pembangunannya berdasarkan petunjuk Allah ? bahkan sampai ke pen "Ta'mir"annya berdasarkan hukum Allah ? . sungguh akan menjadi ironi sekiranya bangunan masjid nan megah itu Allah sendiri tidak pernah menilai bahwa bangunan masjid itu adalah rumah Allah yang dimana didalamnya itu adalah tempatnya orang untuk mendapatkan petunjuk .bahkan yang lebih kerasnya lagi bagaimana sekiranya ternyata Allah bahkan melarang kita untuk berkecimpung untuk mengurusi dimasjid itu .... inilah yang seharusnya kita tahu dari awal apa dan bagaimana seharusnya masjid itu dibangun dan siapa saja yang boleh mengurusi masjid itu ... agar kita tidak tersesat dan beranggapan bahwa Allah tidak pernah memberikan petunjuknya dalam membangun dan mengurusi masjid .
dengarkanlah kajian yang sangat menarik dari almarhum buya rusdi malik ahmad yang dapat memberikan kita hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat alquran yang membahas bagaimana Allah telah mengatur apa dan bagaimana membangun masjid serta siapa yang pantas untuk mengurusi masjid itu
silahkan klik disini untuk dapat langsung mendengarkan kajian tersebut
silahkan untuk mendowload dan boleh untuk disebar luaskan .... agar seluruh umat muslim tahu
Minggu, 25 November 2012
muslim dengan dunianya
Barang siapa yang menghendaki sawah ladang
akhirat akan Kami tambah sawah ladang itu baginya dan barang siapa yang
menghendaki sawah ladang dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari
sawah ladang dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat
(42:20)
Seorang muslim menjalani kehidupan dunia ini sambil
merasakan bahwa dirinya lebih lebih besar dan lebih mulia di banding
dunia ini. Ia mengetahui dari Al Qurannya
bahwa dunia ini adalah sawah ladang bagi kehidupan akhirat. Tidak ada
jalan menuju akhirat yang tidak melewati dunia. Dunia ini adalah sesuatu
yang kecil dan remeh. Namun, ia adalah nikmat Allah yang akan
mengantarkan pada nikmat Allah yang lebih besar lagi
Ia
kemudian menikmati apa yang ada di bumi atau menahan dirinya sambil
mengetahui bahwa hal itu adalah halal baginya. Karena, ia meniatkan
tindakannya sebagai ibadah yang ia nantikan balasannya di akhirat. Ia
berusaha keras untuk membangun dunia ini dan memanfaatkan potensi yang
ada di dunia, sambil menyadari bahwa semua itu adalah kewajiban yang
harus ia lakukan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Ia berjuang
melawan kejahatan, kerusakan, dan kezaliman, sambil menanggung
kesulitan, aniaya, pengorbanan hingga mati syahid, dengan tujuan untuk
mendapatkan balasan di akhirat
Sabtu, 24 November 2012
Fitrah Allah
“ Maka tegakkanlah wajahmu untuk Din dalam keadaan Hanif (
lurus). (itu adalah) fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia diatas
fitrah itu. tidak ada perubahan untuk ciptaan Allah. Din itulah yang
mantap akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (jadilah kamu)
orang yang mengembalikan (segala urusan) kepada-Nya dan bertakwalah
kamu kepada-Nya serta tegakanlah shalat dan janganlah kamu termasuk
orang-orang yang musyrik. (Yaitu) orang-orang yang memecah-belah Din
mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa
bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. ( Ar-Rum ; 30-32 )
Wahyu
Allah ternyata memang bukan untuk diilmui saja. Bukan untuk di
perdebatkan d itengah forum diskusi dan seminar. Bukan untuk di
perlombahkan. Bukan untuk sekedar di jadilan hiasan. Tetapi Wahyu Allah
adalah untuk di terapkan dalam segala gerak-gerik kehidupan. Seluruh
denyut nafas. Seluruh langkah kaki, setiap ayunan tangan, serta semua
bentuk aktifitas. Tiada terkecuali. Semua itu mesti berjalan sesuai
wahyu.
Itulah fitrah. Kejadian dasar dan modal
utama yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia semenjak awal
kejadian (penciptaan manusia). Sepanjang sejarah fitrah itu tidak pernah berubah. Itu pulalah
Din yang mantap, pola hidup yang murni yang terjamin kebenarannya.
Namun banyak juga manusia yang tidak tahu,baik karena ketidak acuhanya
atau kerena betul-betul tidak tahu.
Walupun
begitu, selagi ada kemauan untuk berubah kebiasaan diri, untuk
mengembalikan semua urusan kepada sang pencipta (Allah) , dengan meningkatkan
ketaqwaan, mendahulukan ketentuan Allah dan Rasul-Nya dari yang lain,
serta nampak ciri utamanya sebagai orang-orang yang mengerakkan shalat
dan berhati-hati agar tidak tejerumus kedalam lembah perpecahan seperti
oerng-orang musyrikyang menjadi berpecah-pecah dan merasa bangga dengan
apa yang mereka miliki.
silahkan klik disini
catatan Riko Syafei
Selasa, 20 November 2012
Munafik
Alquran mengurai begitu jelas ciri dan watak orang munafik , sehingga tidak ada yang samar . kemunafikan adalah sesuatu yang amat paling berbahaya didalam segala lini kehidupan beragama , sehingga Allah perlu menjelaskan dengan jelas dan terang agar orang-orang yang beriman dapat selamat dalam kehidupan baik dalam bermasyarakat maupun bernegara . namun sadarkah kita bahwa kadang kala ciri-ciri orang-orang munafik yang dijelaskan Allah didalam alquran ternyata menempel didalam diri kita ? .
inilah kajian alquran yang dijelaskan oleh almarhum ustad Buya Rusdi Malik Ahmad tentang bagaimana Allah menggurai ciri orang munafik didalam surat Attaubah
At Taubah side A
At Taubah Side B
inilah kajian alquran yang dijelaskan oleh almarhum ustad Buya Rusdi Malik Ahmad tentang bagaimana Allah menggurai ciri orang munafik didalam surat Attaubah
At Taubah side A
At Taubah Side B
Fitnah atas Dienullah
Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang
Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan
mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir
yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai
berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka
sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al
Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha
suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Mereka berkehendak
memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka,
dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun
orang-orang yang kafir tidak menyukai. (at-Taubah: 30-32)
Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan Diin yang haq.
untuk di dhahirkan/nyatakan dia (rasul) atas Diin itu segala sesuatunya,
walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai (at Taubah;33)
Berbicara Diin Allah ini pasti kita berbicara para Rasul Allah, karena
merekalah orang-orang pilihan yang di utus Allah kepada manusia untuk
menyampaikan apa yang menjadi risalah-Nya bagi manusia, dan sebagai
satu-satunya sumber yang paling berhak berbicara dan di ikuti tentang
Diin Allah ini, dan juga sebagai orang pertama yang akan melaksanakan
risalah tersebut untuk memberi contoh kepada manusia..BaGAIMANA
SEHARUSNYA MANUSIA MELAKSANAKAN RISALAH ITU!. Sehingga mereka menjadi
cahaya terang dan petunjuk yang menerangi jalan menuju Allah ( Shirothol
mustaqim) dan menjadi jelas dan terang benderanglah segala segi dari
Diin Allah ini.
Namun hawa nafsu orang-orang musyrik dengan
segala watak kekafiran mereka yang tercermin dan terorganisir dalam
sistim dan masyarakatnya, dalam konsepsi dan pemikirannya, selalu
berusaha untuk menghalangi dan mencegah dakwah dan tegaknya Diin Allah
ini hingga menjadi wujud dengan jelas serta menjadi sistim kehidupan
yang mengatur kehidupan manusia.
Mereka perangi Diin Allah ini
dengan segala cara. Mereka fitnah dengan berbagai teori, argumentasi,
dan tipu daya, sehingga konsepsi aqidah, syariah, dan ajarannya menjadi
rusak. Dan fitnah terbesar mereka itu adalah dengan berusaha untuk
mengaburkan dan menghilangkan, serta mengeluarkan kepemimpinan para
Rasul Allah dari Diin Allah ini agar tidak lagi menjadi satu-satunya
sumber, bukti, rujukan, dan panutan. Dan mereka coba menggantikannya
dengan figur-figur yang sengaja di tokohkan untuk di jadikan panutan
untuk kemudian berbicara atas nama agama Allah tanpa dasar petunjuk yang
haq, untuk kemudian mereka robah aqidah dan syariatnya sesuai dengan
hawa nafsu mereka, sebagaimana mereka telah berhasil merusak konsepsi
aqidah dan syariat pada risalah-risalah sebelumnya, seperti yang di
lakukan orang-orang kafir dari kalangan bani israil terhadap Rasul-Rasul
mereka. Yakni. Para pemimpin, pendeta-pendeta, dan para rahib sehingga
terfitnahlah para pemeluknya dari Diin Allah yang haq
Namun
Allah tidak membiarkan semua itu terjadi. Dia mengutus Muhammad sebagai
Rasul-Nya untuk membawa dan menjelaskan Diin yang haq kepada manusia.
Dan mengariskan suatu metode bekerja di dalam menghadapi semua itu. Dan
metode Diin Allah ini amat jelas di paparkan oleh kelompok ayat-ayat ini
' Dia lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (metode) dan
Diin yang Haq untuk di dhahirkannya(Rasul) atas Ad Diin segala
sesuatunya tentang Diin Allah itu walaupun orang-orang kafir berusaha
keras untuk menghalang-halanginya."
Jadi dengan
mendhahirkannya dan menampakkan Rasul itu atas Ad Diin ini tiap-tiap
sesuatunya. Adalah gambaran dari bentuk Diin Allah itu sendiri dan juga
hal yang membedakan risalah terakhir ini dengan risalah-risalah
sebelumnya. Kalau pada risalah yang sebelumnya kitab Allah sebagai
petunjuk di turunkan sekaligus sebagaimana pada risalah yang di bawa
oleh Musa, maka pada risalah terakhir ini, Dinnul Islam ini di awali, di
bentuk, dan di tegakkan secara bertahap melalui metode penurunan Al
Quran secara bertahap, kelompok demi kelompok ayat, masalah demi
masalah, dimana tidak akan turun suatu kelompok ayat sebelum sasaran dan
target dan apa yang menjadi ketentuan Allah di dalam kelompok ayat-ayat
sebelumnya tercapai. Sehingga tergambarlah segala segi dari pelaksanaan
dan perbuatan Rasulullah itu sebagai Sunnahnya yang merupakan gambaran
dari pelaksanaan penegakkan Diin ini secara benar dan secara
prinsip-prinsip iman menjadi ketentuan-ketentuan yang harus di ikuti dan
di teladani dan merupakan ketentuan yang tak dapat di batalkan dan di
robah oleh siapapun.
Sejak awal beliau menerima wahyu sampai
Diin ini telah sempurna berdiri yang langsung menjadi contoh dan telah
tertulis secara abadi di dalam kitab Allah Al Quran. Maka hal itu
sebagai petunjuk atas bukti dan sunnahnya dan menjadikan keharusan
mengikuti Sunnah Rasul-Nya sebagi suatu ketentuan yang mutlak di dalam
Diin ini, dan sebagai prinsip aqidah dan iman dan bentuk keimanan
atasDiin itu sendiri. Maka tertutuplah celah bagi manusia yang lain
untuk turut campur di dalam berbicara dan membuat-buat ketentuan di
dalamnya, DAN INILAH DIIN YANG HAQ!!
Muhammad sebagai
Rasulullah telah di jadikan contoh di dalam AL Quran bagaimana beliau
telah berjuang untuk menegakkan Diin ini di atas suatu garis yang telah
di tentukan Allah metodenya, tanpa Beliau perlu membuat-buat strategi
sendiri menurut analisa pemikirannya, atau berpolitik menurut pendapat
Beliau sendiri. Maka risalah inipun menjadi bersih dan suci tanpa
tercampur hawa nafsu beliau sendiri sebagai pribadi. Karena Risalah
Allah ini sudah lengkap, baik konsepsi aqidahnya, syariatnya dll, maupun
metode di dalam memperjuangkannya dan berlaku di masa apapun sampai
hari kiamat. Tinggal melaksanakan saja dengan lurus!
Dengan
metode yang telah di gariskan Allah inilah Rasul berjuang di dalam
menghadapi segala bentuk penghalang dan hambatan dari musuh islam
sehingga gagallah segala usaha mereka dan menanglah Rasul itu. Yaitu..
Apa yang menjadi target dan sasaran wahyu menjadi terlaksana dan tegak
semua apa yang menjadi ketentuan-ketentuan Allah di dalamnya, walaupun
telah di coba untuk di halang-halangi dan di cegah oleh orang-orang
kafir dan menjadi wujudlah Diin Allah ini di dalam tiap-tiap persoalan
yang telah di tentukannya secara nyata. Sehingga apapun persoalan dan
ketentuan dalam Diin ini, sampai di tingkat strategi perjuangannya
sekalipun, pasti telah ada sunnah Rasulullah sebagai contoh, ukuran dan
panutan tempat kembali.
Sungguh, kesesatan itu adalah apabila
kita menghilangkan sunnah Rasulullah di dalam urusan apapun pada Diin
Allah ini, dan menggantikannya dengan Figur-figur dan sosok-sosok
manusia yang lain sebagai sumber yang berbicara tentang Diin Allah ini,
sehingga terbukalah pintu fitnah dan rusaklah Diin ini sebagaimana
fitnah yang menimpa agama orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka hancurlah
umat ini sepeti umat-umat sebelumnya
nb: terjemahan ayat 30-32 adalah versi terjemahan Depag
terjemahan ayat 30 terambil dari kitab terjemahan secara nahwu syaraf ' Yasarnal Quran"
Langganan:
Postingan (Atom)





