Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aqidah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Maret 2013

" KIAMAT " kapan dan bagaimana

kehancuran dunia beserta seluruh alam semesta atau yang lebih dikenal Kiamat sesungguhnya adalah fenomena yang telah diketahui akan terjadinya baik oleh orang terdahulu maupun sekarang . berita yang amat mengerikan ini begitu mengguncang seluruh manusia hingga manusia itu berusaha untuk mencari tahu kapan waktunya , hingga sains dan teknologi pun di jadikan alat agar tahu kapan terjadinya dan bagaimana caranya agar selamat dari kejadian tersebut .
bayangan manusia akan kiamat hanyalah sebatas kehancuran alam semesta saja , padahal kiamat adalah fase yang harus terjadi agar Allah membalas segala perbuatan manusia .alam semesta , bintang , bulan , matahari , bumi harus Allah hancurkan hanya sekedar untuk membalas perbuatan manusia . begitu besarnya urusan atas manusia hingga harus terjadi kiamat .
untuk lebih jauh dalam memahami kiamat marilah kita simak kajian surat An Naba (78) yang diulas dengan sederhana agar kita mengerti apa sesungguhnya kiamat itu


Selasa, 26 Februari 2013

Hakikat kebenaran sesungguhnya


Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.(8:17)


Dan tidak ada pertolongan itu kecuali dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (3:126)
Dan kamu tidak dapat menghendaki kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan semesta alam. (81:29)

Sesungguhnya sebab-sebab lahiriah itu tidak ada hakikat dan wujudnya. Karena tidak ada hakikat kecuali hakikat-Nya dan tidak ada wujud hakiki kecuali wujud-Nya, sehingga tidak ada hakikat bagi suatu tindakan kecuali Kehendak dan Izin-Nya

Maka, untuk apa hati bergantung kepada sesuatu yang tidak ada hakikatnya!. Karena itu, al-Quran menjauhkan orang-orang beriman dari terpengaruh oleh sebab-sebab lahir dan menghubungkan semua urusan secara langsung kepada kehendak Allah.

Dengan menjauhkan semua sebab lahiriah dan mengembalikan segala urusan kepada Allah, maka akan tercurahlah ketentraman di dalam hati. Tahu arah dan tujuan satu-satunya untuk mendapatkan apa yang menjadi keinginan, dan menjauhkan apa yang di takuti. Juga untuk menenangkan dan memantapkan hati di dalam menghadapi dampak-dampak, pengaruh-pengaruh, dan sebab-sebab lahiriah yang sebenarnya tidak ada hakikat dan wujudnya.

Senin, 26 November 2012

Masjid Allah versus bukan Masjid Allah

Umat islam di indonesia boleh berbangga hati dengan semakin banyaknya bangunan masjid dimana-mana , bahkan bangunannya terlihat elok , indah dan besar . hampir disegala pelosok penjuru perkotaan sampai kepedesaan . namun benarkah bangunan yang dibangun itu adalah masjid yang dimaksud itu adalah rumah Allah ? . kalaulah memang masjid yang dibangun itu adalah rumah Allah . benarkah pembangunannya berdasarkan petunjuk Allah ? bahkan sampai ke pen "Ta'mir"annya berdasarkan hukum Allah ? . sungguh akan menjadi ironi sekiranya bangunan masjid nan megah itu Allah sendiri tidak pernah menilai bahwa bangunan masjid itu adalah rumah Allah yang dimana didalamnya itu adalah tempatnya orang untuk mendapatkan petunjuk .bahkan yang lebih kerasnya lagi bagaimana sekiranya ternyata Allah bahkan melarang kita untuk berkecimpung untuk mengurusi dimasjid itu .... inilah yang seharusnya kita tahu dari awal apa dan bagaimana seharusnya masjid itu dibangun dan siapa saja yang boleh mengurusi masjid itu ... agar kita tidak tersesat dan beranggapan bahwa Allah tidak pernah memberikan petunjuknya dalam membangun dan mengurusi masjid .
dengarkanlah kajian yang sangat menarik dari almarhum buya rusdi malik ahmad yang dapat memberikan kita hikmah dan pelajaran dari ayat-ayat alquran yang membahas bagaimana Allah telah mengatur apa dan bagaimana membangun masjid serta siapa yang pantas untuk mengurusi masjid itu 

silahkan klik disini untuk dapat langsung mendengarkan kajian tersebut

silahkan untuk mendowload dan boleh untuk disebar luaskan .... agar seluruh umat muslim tahu

Minggu, 25 November 2012

muslim dengan dunianya



Barang siapa yang menghendaki sawah ladang akhirat akan Kami tambah sawah ladang itu baginya dan barang siapa yang menghendaki sawah ladang dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari sawah ladang dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat (42:20)
Seorang muslim menjalani kehidupan dunia ini sambil merasakan bahwa dirinya lebih lebih besar dan lebih mulia di banding dunia ini. Ia mengetahui dari Al Qurannya bahwa dunia ini adalah sawah ladang bagi kehidupan akhirat. Tidak ada jalan menuju akhirat yang tidak melewati dunia. Dunia ini adalah sesuatu yang kecil dan remeh. Namun, ia adalah nikmat Allah yang akan mengantarkan pada nikmat Allah yang lebih besar lagi

Ia kemudian menikmati apa yang ada di bumi atau menahan dirinya sambil mengetahui bahwa hal itu adalah halal baginya. Karena, ia meniatkan tindakannya sebagai ibadah yang ia nantikan balasannya di akhirat. Ia berusaha keras untuk membangun dunia ini dan memanfaatkan potensi yang ada di dunia, sambil menyadari bahwa semua itu adalah kewajiban yang harus ia lakukan sebagai khalifah Allah di muka bumi. Ia berjuang melawan kejahatan, kerusakan, dan kezaliman, sambil menanggung kesulitan, aniaya, pengorbanan hingga mati syahid, dengan tujuan untuk mendapatkan balasan di akhirat

Sabtu, 24 November 2012

Fitrah Allah



 “ Maka tegakkanlah wajahmu untuk Din dalam keadaan Hanif ( lurus). (itu adalah)  fitrah Allah yang Telah menciptakan manusia diatas fitrah itu. tidak ada perubahan untuk ciptaan Allah. Din  itulah yang mantap akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. (jadilah kamu) orang yang mengembalikan (segala urusan) kepada-Nya dan bertakwalah kamu  kepada-Nya serta tegakanlah shalat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang musyrik. (Yaitu) orang-orang yang memecah-belah Din mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka”. ( Ar-Rum ; 30-32 )

Wahyu Allah ternyata memang bukan untuk diilmui saja. Bukan untuk di perdebatkan d itengah forum diskusi dan seminar. Bukan untuk di perlombahkan. Bukan untuk sekedar di jadilan hiasan. Tetapi Wahyu Allah adalah untuk di terapkan dalam segala gerak-gerik kehidupan. Seluruh denyut nafas. Seluruh langkah kaki, setiap ayunan tangan, serta semua bentuk aktifitas. Tiada terkecuali. Semua itu mesti berjalan sesuai wahyu. 

Itulah fitrah. Kejadian dasar dan modal utama yang telah diberikan oleh Allah kepada manusia semenjak awal kejadian (penciptaan manusia). Sepanjang sejarah fitrah itu tidak pernah berubah. Itu pulalah Din yang mantap, pola hidup yang murni yang terjamin kebenarannya. Namun banyak juga manusia yang tidak tahu,baik karena ketidak acuhanya atau kerena betul-betul tidak tahu.
 
Walupun begitu, selagi ada kemauan untuk berubah kebiasaan diri, untuk mengembalikan semua urusan kepada sang pencipta (Allah) , dengan meningkatkan ketaqwaan, mendahulukan ketentuan Allah dan Rasul-Nya dari yang lain, serta nampak ciri utamanya sebagai orang-orang yang mengerakkan shalat dan berhati-hati agar tidak tejerumus kedalam lembah perpecahan seperti oerng-orang musyrikyang menjadi berpecah-pecah dan merasa bangga dengan apa yang mereka miliki.

silahkan klik disini
catatan Riko Syafei

Selasa, 20 November 2012

Munafik

Alquran mengurai begitu jelas ciri dan watak orang munafik , sehingga tidak ada yang samar . kemunafikan adalah sesuatu yang amat paling berbahaya didalam segala lini kehidupan beragama , sehingga Allah perlu menjelaskan dengan jelas dan terang agar orang-orang yang beriman dapat selamat dalam kehidupan baik dalam bermasyarakat maupun bernegara . namun sadarkah kita bahwa kadang kala ciri-ciri orang-orang munafik yang dijelaskan Allah didalam alquran ternyata menempel didalam diri kita ? .
inilah kajian alquran yang dijelaskan oleh almarhum ustad Buya Rusdi Malik Ahmad tentang bagaimana Allah menggurai ciri orang munafik didalam surat Attaubah
At Taubah side A 
At Taubah Side B

Fitnah atas Dienullah

Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putera Allah." Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. (at-Taubah: 30-32)


Dialah yang telah mengutus RasulNya dengan petunjuk dan Diin yang haq. untuk di dhahirkan/nyatakan dia (rasul) atas Diin itu segala sesuatunya, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai (at Taubah;33)

Berbicara Diin Allah ini pasti kita berbicara para Rasul Allah, karena merekalah orang-orang pilihan yang di utus Allah kepada manusia untuk menyampaikan apa yang menjadi risalah-Nya bagi manusia, dan sebagai satu-satunya sumber yang paling berhak berbicara dan di ikuti tentang Diin Allah ini, dan juga sebagai orang pertama yang akan melaksanakan risalah tersebut untuk memberi contoh kepada manusia..BaGAIMANA SEHARUSNYA MANUSIA MELAKSANAKAN RISALAH ITU!. Sehingga mereka menjadi cahaya terang dan petunjuk yang menerangi jalan menuju Allah ( Shirothol mustaqim) dan menjadi jelas dan terang benderanglah segala segi dari Diin Allah ini.

Namun hawa nafsu orang-orang musyrik dengan segala watak kekafiran mereka yang tercermin dan terorganisir dalam sistim dan masyarakatnya, dalam konsepsi dan pemikirannya, selalu berusaha untuk menghalangi dan mencegah dakwah dan tegaknya Diin Allah ini hingga menjadi wujud dengan jelas serta menjadi sistim kehidupan yang mengatur kehidupan manusia.

Mereka perangi Diin Allah ini dengan segala cara. Mereka fitnah dengan berbagai teori, argumentasi, dan tipu daya, sehingga konsepsi aqidah, syariah, dan ajarannya menjadi rusak. Dan fitnah terbesar mereka itu adalah dengan berusaha untuk mengaburkan dan menghilangkan, serta mengeluarkan kepemimpinan para Rasul Allah dari Diin Allah ini agar tidak lagi menjadi satu-satunya sumber, bukti, rujukan, dan panutan. Dan mereka coba menggantikannya dengan figur-figur yang sengaja di tokohkan untuk di jadikan panutan untuk kemudian berbicara atas nama agama Allah tanpa dasar petunjuk yang haq, untuk kemudian mereka robah aqidah dan syariatnya sesuai dengan hawa nafsu mereka, sebagaimana mereka telah berhasil merusak konsepsi aqidah dan syariat pada risalah-risalah sebelumnya, seperti yang di lakukan orang-orang kafir dari kalangan bani israil terhadap Rasul-Rasul mereka. Yakni. Para pemimpin, pendeta-pendeta, dan para rahib sehingga terfitnahlah para pemeluknya dari Diin Allah yang haq

Namun Allah tidak membiarkan semua itu terjadi. Dia mengutus Muhammad sebagai Rasul-Nya untuk membawa dan menjelaskan Diin yang haq kepada manusia. Dan mengariskan suatu metode bekerja di dalam menghadapi semua itu. Dan metode Diin Allah ini amat jelas di paparkan oleh kelompok ayat-ayat ini ' Dia lah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk (metode) dan Diin yang Haq untuk di dhahirkannya(Rasul) atas Ad Diin segala sesuatunya tentang Diin Allah itu walaupun orang-orang kafir berusaha keras untuk menghalang-halanginya."

Jadi dengan mendhahirkannya dan menampakkan Rasul itu atas Ad Diin ini tiap-tiap sesuatunya. Adalah gambaran dari bentuk Diin Allah itu sendiri dan juga hal yang membedakan risalah terakhir ini dengan risalah-risalah sebelumnya. Kalau pada risalah yang sebelumnya kitab Allah sebagai petunjuk di turunkan sekaligus sebagaimana pada risalah yang di bawa oleh Musa, maka pada risalah terakhir ini, Dinnul Islam ini di awali, di bentuk, dan di tegakkan secara bertahap melalui metode penurunan Al Quran secara bertahap, kelompok demi kelompok ayat, masalah demi masalah, dimana tidak akan turun suatu kelompok ayat sebelum sasaran dan target dan apa yang menjadi ketentuan Allah di dalam kelompok ayat-ayat sebelumnya tercapai. Sehingga tergambarlah segala segi dari pelaksanaan dan perbuatan Rasulullah itu sebagai Sunnahnya yang merupakan gambaran dari pelaksanaan penegakkan Diin ini secara benar dan secara prinsip-prinsip iman menjadi ketentuan-ketentuan yang harus di ikuti dan di teladani dan merupakan ketentuan yang tak dapat di batalkan dan di robah oleh siapapun.

Sejak awal beliau menerima wahyu sampai Diin ini telah sempurna berdiri yang langsung menjadi contoh dan telah tertulis secara abadi di dalam kitab Allah Al Quran. Maka hal itu sebagai petunjuk atas bukti dan sunnahnya dan menjadikan keharusan mengikuti Sunnah Rasul-Nya sebagi suatu ketentuan yang mutlak di dalam Diin ini, dan sebagai prinsip aqidah dan iman dan bentuk keimanan atasDiin itu sendiri. Maka tertutuplah celah bagi manusia yang lain untuk turut campur di dalam berbicara dan membuat-buat ketentuan di dalamnya, DAN INILAH DIIN YANG HAQ!!

Muhammad sebagai Rasulullah telah di jadikan contoh di dalam AL Quran bagaimana beliau telah berjuang untuk menegakkan Diin ini di atas suatu garis yang telah di tentukan Allah metodenya, tanpa Beliau perlu membuat-buat strategi sendiri menurut analisa pemikirannya, atau berpolitik menurut pendapat Beliau sendiri. Maka risalah inipun menjadi bersih dan suci tanpa tercampur hawa nafsu beliau sendiri sebagai pribadi. Karena Risalah Allah ini sudah lengkap, baik konsepsi aqidahnya, syariatnya dll, maupun metode di dalam memperjuangkannya dan berlaku di masa apapun sampai hari kiamat. Tinggal melaksanakan saja dengan lurus!

Dengan metode yang telah di gariskan Allah inilah Rasul berjuang di dalam menghadapi segala bentuk penghalang dan hambatan dari musuh islam sehingga gagallah segala usaha mereka dan menanglah Rasul itu. Yaitu.. Apa yang menjadi target dan sasaran wahyu menjadi terlaksana dan tegak semua apa yang menjadi ketentuan-ketentuan Allah di dalamnya, walaupun telah di coba untuk di halang-halangi dan di cegah oleh orang-orang kafir dan menjadi wujudlah Diin Allah ini di dalam tiap-tiap persoalan yang telah di tentukannya secara nyata. Sehingga apapun persoalan dan ketentuan dalam Diin ini, sampai di tingkat strategi perjuangannya sekalipun, pasti telah ada sunnah Rasulullah sebagai contoh, ukuran dan panutan tempat kembali.

Sungguh, kesesatan itu adalah apabila kita menghilangkan sunnah Rasulullah di dalam urusan apapun pada Diin Allah ini, dan menggantikannya dengan Figur-figur dan sosok-sosok manusia yang lain sebagai sumber yang berbicara tentang Diin Allah ini, sehingga terbukalah pintu fitnah dan rusaklah Diin ini sebagaimana fitnah yang menimpa agama orang-orang Yahudi dan Nasrani. Maka hancurlah umat ini sepeti umat-umat sebelumnya

nb: terjemahan ayat 30-32 adalah versi terjemahan Depag

terjemahan ayat 30 terambil dari kitab terjemahan secara nahwu syaraf ' Yasarnal Quran"